SINOPSIS
Simpang Kupu-Kupu adalah novel tetralogi yang mengisahkan perjalanan empat perempuan Sri Nadira, Suharni, Sunarti, dan Siti selama tiga puluh tahun, dari akhir 1990-an hingga 2026. Empat nama berawalan S menjadi Empat Simpang yang kelak dikenal dengan Simpang Kupu Kupu.
Empat perempuan terpaksa masuk ke Simpang Kupu-Kupu, lokalisasi tersembunyi di pinggir Tanjungpandan, karena kemiskinan dan keterpaksaan, mereka belajar bertahan dengan cara yang tak pernah mereka pilih. Di Simpang, mereka menemukan cinta dan kehilangan, persaudaraan dan pengkhianatan, harapan dan keputusasaan.
Mereka menyaksikan kejayaan timah dan keruntuhannya, gempuran prostitusi online yang mengubah segalanya, dan pada akhirnya, transformasi Simpang menjadi Pondok Sunarti tempat bagi perempuan-perempuan yang kehilangan jalan.
Melalui metafora siklus hidup kupu-kupu, novel ini mengikuti perjalanan mereka dari telur yang rapuh, menjadi ulat yang harus makan dan tumbuh, masuk ke dalam kepompong yang gelap dan sunyi, hingga akhirnya keluar sebagai kupu-kupu yang terbang dan menyerbuki kehidupan di sekitarnya.
Lebih dari sekadar kisah prostitusi, novel ini adalah tentang ketahanan perempuan, tentang pilihan-pilihan yang tidak pernah menjadi pilihan, tentang pengampunan dan pelepasan dendam, dan tentang harapan yang tak pernah benar-benar mati seperti kupu-kupu yang tak pernah benar-benar pergi.
Empat perempuan terpaksa masuk ke Simpang Kupu-Kupu, lokalisasi tersembunyi di pinggir Tanjungpandan, karena kemiskinan dan keterpaksaan, mereka belajar bertahan dengan cara yang tak pernah mereka pilih. Di Simpang, mereka menemukan cinta dan kehilangan, persaudaraan dan pengkhianatan, harapan dan keputusasaan.
Mereka menyaksikan kejayaan timah dan keruntuhannya, gempuran prostitusi online yang mengubah segalanya, dan pada akhirnya, transformasi Simpang menjadi Pondok Sunarti tempat bagi perempuan-perempuan yang kehilangan jalan.
Melalui metafora siklus hidup kupu-kupu, novel ini mengikuti perjalanan mereka dari telur yang rapuh, menjadi ulat yang harus makan dan tumbuh, masuk ke dalam kepompong yang gelap dan sunyi, hingga akhirnya keluar sebagai kupu-kupu yang terbang dan menyerbuki kehidupan di sekitarnya.
Lebih dari sekadar kisah prostitusi, novel ini adalah tentang ketahanan perempuan, tentang pilihan-pilihan yang tidak pernah menjadi pilihan, tentang pengampunan dan pelepasan dendam, dan tentang harapan yang tak pernah benar-benar mati seperti kupu-kupu yang tak pernah benar-benar pergi.
Komentar
Posting Komentar